Serangan Bersenjata di Papua, Ekses Pilkada atau OPM? TNI dan polisi terus mengejar pelaku. Ada indikasi ekses Pilkada. ddd Jum'at, 22 Februari 2013, 20:56 Suryanta Bakti Susila Delapan peti untuk prajurit TNI yang tewas di Papua (VIVAnews/Banjir Ambarita) VIVAnews – Helikopter Super Puma milik TNI di Papua ditembaki oleh kelompok bersenjata, Jumat 22 Februari 2013. Kaca helikopter pecah diterjang peluru para penyerang. Satu kru tertembak. Helikopter itu tadinya hendak mengevakuasi delapan jenazah prajurit TNI yang tewas akibat serangan oleh sekelompok orang bersenjata, pada Kamis 21 Februari 2013 (baca juga Bumi Papua Makin Bergolak ). Tapi akibat tembakan itu, Super Puma terpaksa mengamankan diri di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Aparat menunda evakuasi karena gangguan ini. TNI belum bisa memastikan kapan proses evakuasi jenazah ke Mulia akan dilakukan. "Kami menunggu situasi aman. Kami tidak ingin jatuh korban lagi, karena evakuasi ke...
Dari Biasa Menjadi Luar Biasa Itulah Kita